Minggu, 31 Maret 2013

Teladan Buruk SBY!

SEMARANG, E. SUDARYANTO | Dahulu, ketika Ibas Yudhoyono mengumumkan pengunduran dirinya sebagai anggota DPR, dia beralasan ingin fokus pada pekerjaanya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat yang sedang “terlanda bencana”.

Sekarang, mungkinkah sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono, akan mengundurkan diri sebagai Presiden RI untuk alasan yang sama? Serentak orang menjawab: “MUSTAHIL!”

Ada beberapa kesalahan SBY ketika memutuskan untuk menerima jabatan Ketua Umum Partai Demokrat, pada KLB di Bali 31 Maret 2013 kemarin.

Sebagai seorang ayah SBY tidak memberi teladan baik kepada anaknya. Bahkan dalam hal ini, keputusan sang anak lebih baik daripada sang ayah!

Sebagai seorang presiden, SBY selain tidak memberi teladan yang baik kepada para menterinya dengan melakukan rangkap jabatan. Beliau juga tidak konsisten dengan himbauannya sendiri, agar para menteri di kabinetnya dapat lebih fokus pada pekerjaannya di pemerintahan.

Sebagai Ketua umum yang baru dari Partai Demokrat, SBY kesalahan yang boleh dibilang cukup fatal. Yaitu penunjukkan Syarief Hasan (Menteri Koperasi dan UKM) sebagai Ketua Harian DPP Demokrat!

Mari kita cermati. Bukankah pengadaan formasi jabatan Ketua Harian DPP, dimaksud untuk membantu beliau agar sebagian besar waktunya tidak tersita untuk mengurus partai, dan mengabaikan tugas besar beliau sebagai Presiden RI?

Tetapi mengapa beliau menunjuk orang yang mempunyai problem yang sama (rangkap jabatan di pemerintahan), sebagai pelaksana harian tugasnya sebagai Ketua Umum DPP PD? Apa perlu Syarief Hasan juga menunjuk pelaksana harian untuk melaksanakan tugas-tugasnya di partai.

Tak salah jika publik menganggap, bahwa Partai Demokrat sudah kehabisan stok “ORANG HEBAT” yang dapat ditunjuk khusus hanya untuk mengurus partai, guna menggapai kembali kejayaannya.

Atau sebenarnya ada, bahkan mungkin banyak, tapi SBY dan/atau para ELITE Partai Demokrat tidak atau belum bisa mempercayai mereka? **ES-010413**

Sumber : Kompasiana

Previous
Next Post »