Rabu, 08 Januari 2014

Sewa Rumah Di Balikpapan [ Peluang Bisnis ]

Andil kelompok perumahan yang cukup besar terhadap laju inflasi sepanjang tahun 2013 tidak bisa dianggap remeh. Umar Riyadi, Kasi Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan menuturkan, andil kelompok perumahan terhadap inflasi Desember 2013 mencapai 0,06 persen.

Sedangkan sepanjang tahun 2013, kelompok perumahan memberikan andil yang cukup besar yakni 1,78 persen yang didominasi biaya tempat tinggal.

"Tren peningkatan andil inflasi dari kelompok perumahan sebenarnya telah terjadi sejak 2010 lalu. Hal ini disebabkan karena sekitar 40 persen lebih warga Balikpapan tidak memiliki rumah sendiri, jadi mereka menyewa atau mengontrak rumah," kata Umar.

Populasi penduduk yang mengalami pertambahan sebesar 3,17 persen setiap tahunnya, yang dihitung dari selisih antara penduduk yang datang dan pergi kemudian dianggap sebagai pertumbuhan alamiah juga memberi andil. Laju pertumbuhan itu lantas mendorong kenaikan harga rumah. Mau tak mau tarif sewa rumah pun ikut terdongkrak.
Kondisi diperkuat dengan masih banyaknya warga yang belum memiliki rumah pribadi. Merujuk hasil sensus BPS tahun 2010 disebutkan, jumlahnya mencapai lebih dari 40 persen.

Mobilitas pekerja yang cukup tinggi, kata Umar juga memberikan kontribusi dalam peningkatan harga biaya tempat tinggal. "Para pekerja bekerja di Balikpapan dan saat libur kembali ke rumah mereka di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung atau kota lainnya. Hal ini berpengaruh terhadap pembentukan harga karena kebutuhan rumah kontrakan pun meningkat," paparnya.
Tingginya kebutuhan tempat tinggal, kata Umar sebenarnya bisa menjadi peluang investasi yang bisa dilirik para investor, sehingga bisa menyediakan hunian lebih banyak lagi.

Previous
Next Post »