Sabtu, 12 Juli 2014

Tips Agar Baterai SmartPhone Kamu Awet

Tips Agar Baterai SmartPhone Kamu Awet - Bagaimana cara menghemat baterai tablet hibryd? Soalnya dengan aktivitas yang terbilang sering jadi membuat baterai gadget ini jadi cepat habis.

Jawaban:

Saya terjemahkan 'hemat' yang Anda maksud di sini adalah umur baterai yang bisa dipakai dalam jangka waktu yang cukup lama. Karena berbeda maksudnya dengan hemat dalam maksud konsumsi pemakaian daya supaya baterai tidak cepat habis.

Kemungkinan besar tablet hybrid menggunakan baterai Lithium-ion atau Lithium polymer. Baterai ini tidak mempunyai memory efek, bisa di-charge kapan saja jika diperlukan tanpa harus menunggu habis digunakan.

Sementara ini baterai tipe tersebut di atas memiliki batasan cycle. Rata-rata baterai Li-ion memiliki 300-500 cycle penge-charge-an sebelum kemampuan penyimpanan kapasitas maksimalnya mulai berkurang terus menerus.

Walaupun hitungan 1 cycle ini tidak memiliki batasan baku, karena banyaknya efek yang mempengaruhi kondisi baterai, kira-kira bisa diartikan 100% proses charge dan discharge. Contoh mudahnya ketika kondisi baterai Anda penuh, dipakai beberapa lama hingga tersisa 50%. Kemudian Anda charge lagi sampai penuh dan dipakai lagi sampai 50%. Nah, proses charge-discharge ini kira-kira disebut 1 cycle.

Cara kebiasaan kita men-charge dan kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap umur baterai. Lingkungan ber-AC dengan suhu yang cukup dingin, biasanya membuat baterai tidak mudah panas ketika digunakan. Berbeda ketika kita menggunakannya di outdoor siang hari, apalagi terpapar sinar matahari. Panas berlebihan yang diterima baterai, akan lebih cepat mendeformasi susunan kimiawi di dalamnya dan berdampak kepada umur baterai.

Kira-kira ini beberapa tips supaya baterai lebih awet umurnya:

1. Jangan pernah pakai baterai sampai benar-benar habis dan device menjadi mati. Kondisi ini akan berdampak pada pendeknya life cycle dari baterai. Karena baterai yang kosong ketika di-charge akan menerima “paksaan” berlebih. Ini alasan mengapa ketika kita membuka device baru, biasanya dari pabrik baterainya sudah ada isinya, tidak benar-benar kosong.

2. Dalam penelitian, men-charge baterai tidak sampai benar-benar penuh, misal 90% saja, membuat baterai tidak mengalami paksaan dan menaikkan voltage berlebih. Umur baterai akan lebih awet. Hanya saja berarti Anda tidak bisa menggunakan device Anda selama yang seharusnya, karena baterai terisi hanya 90%.

3. Kebiasaan untuk men-charge baterai ketika belum terlalu habis, misal 50% sudah di-charge kembali, ternyata menaikkan kemampuan life cycle.

4. Jika device Anda tidak dibekali aplikasi bawaan pabrik seperti battery care, jika terus-terusan dicolok ke charger dan menyebabkan baterai panas, ini akan mengurangi umur baterai.

5. Ketika device akan lama tidak dipakai, misalkan Anda pergi berlibur, charge dulu 50% sebelum ditinggalkan.

Jadi ketika dekat colokkan listrik, apakah tablet hybrid mending dicolok ke charger atau memakai baterai? Tinggal dilihat berapa sisa baterai dan kebutuhan Anda. Misal satu jam lagi Anda akan pergi keluar rumah membawa tablet tersebut dan perlu dipakai bekerja diperjalanan , sedangkan sekarang kondisi baterai masih cukup penuh, tersisa 70%. Charge saja!

Previous
Next Post »