Rabu, 03 September 2014

Kopi Santri Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Tembus Pasar Dubai

Kopi Santri Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Tembus Pasar Dubai
Para santri Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Agrobisnis dan Agroindustri, Waru, Sidoarjo, patut berbangga karena menjadi satu-satunya produsen kopi bubuk sambil mengenyam pendidikan di pondok pesantren. Kopi yang diberi merek Kopi Mahkota Raja itu bahkan sudah berhasil menembus pasar internasional, tepatnya di Malaysia dan Dubai.

Pengasuh Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Agrobisnis dan Agroindustri, KH M. Zakki Mukmin, mengatakan kedua negara tersebut sudah menjadi langganan kopi produksi pesantrennya sejak awal produksi, sekitar 2012. Sebab, dia memanfaatkan teman-temannya di komunitas kopi lintas negara untuk memasarkan Kopi Mahkota Raja di mancanegara.

"Jadi, tiap bulan mesti melakukan pengiriman dua truk ke dua negara tersebut," kata Zakki saat ditemui di rumah sekaligus pesantrennya.

Di pasar internasional, kata Zakki, kopi produk asli pesantren itu justru lebih laku dibanding di Jawa Timur sendiri. Di Jawa Timur, kopi khas pesantren ini dijual dengan harga Rp 30-35 ribu per kilogram, namun di pasar ekspor dilego dengan harga Rp 60-70 ribu per kilogram. "Karena omzetnya makin besar, kami sekarang ingin menjajal pasar Eropa," katanya.

Dalam satu bulan, para santri sudah mampu memproduksi Kopi Mahkota Raja sebanyak 40-45 ton. Dengan produksi sebanyak itu, omzet yang diperoleh pesantren lebih dari Rp 1 miliar tiap bulan. "Santri yang bekerja juga dapat gaji sesuai upah minimum, rata-rata Rp 1,2-2,2 juta per bulan," tutur Zakki.

Zakki menjelaskan, saat ini santri yang ikut bekerja memproduksi kopi itu sudah 300-400 orang. Sekitar 100 santri di antaranya menetap di pesantren. "Mereka semua hafal Al-Quran, tapi juga memiliki jiwa wirausaha," tuturnya. (bn/tempo.co)

Previous
Next Post »