Selasa, 31 Maret 2015

22 Situs Islam Diblokir Pemerintah Dunia Maya Pun Jadi Heboh

Baru – baru ini beredar kabar terkait situs islam yang kabarnya ada 22 situs islam itu akan diblokir oleh pemerintah dunia maya yang diantaranya adalah :
1. arrahmah.com
2. voa-islam.com
3. ghur4ba.blogspot.com
4. panjimas.com
5. thoriquna.com
6. dakwatuna.com
7. kafilahmujahid.com
8. an-najah.net
9. muslimdaily.net
10. hidayatullah.com
11. salam-online.com
12. aqlislamiccenter.com
13. kiblat.net
14. dakwahmedia.com
15. muqawamah.com
16. lasdipo.com
17. gemaislam.com
18. eramuslim.com
19. daulahislam.com
20. mshoutussalam.com
21. azzammedia.com
22. Indonesiasupportislamicstate.blogspot.com

Kabar ini pun langsung menjadi heboh dunia maya. Diketahui bila Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika yang bertanggung jawab menutup situs – situs islam itu.

Namun tampaknya banyak natizen yang tidak terima dengan pengahapusan ke 22 situs islam tersebut sehingga BNPT mendapakan banyak kecaman dengan hastag#KembalikanMediaIslam yang kini menjadi trending topic di ututun ketiga .

Selain itu, banyak juga komentar – komentar para natizen yang tidak terima dengan penghapusan situs islam yang dilakukan oleh BNPT itu dengan mengaitkan ISIS diantaranya seperti berikut ini komentar – komentar para natizen seperti yang dilansir dari Merdeka.com.

“Padahal banyak dari media online itu bersikap netral, bahkan anti ISIS. Tapi pemerintah lewat BNPT memberangus semua. #KembalikanMediaIslam,” tulis akun @azizrock16, Senin (30/3).
“Kenyataan malah berbalik. Situs porno tak di blokir, malah media islam diblokir, Salah siapa ini? #KembalikanMediaIslam,” cuit akun @DeniSaputra2691.
“Kagetnya kita, situs situs islam dibungkam. Gek salahe opo pak? #KembalikanMediaIslam,” tulis akun @burhanshadiq.
“Rupanya umat islam masih belum puas di diskriminasi oleh negara ini , ironissekali #KembalikanMediaIslam,” kata akun @alimronlumajang seperti yang dilansir oleh Merdeka.com (31/3/2015).

Previous
Next Post »